The Game Awards 2025 lagi-lagi menjadi panggung pengumuman game menarik. Salah satunya adalah Bradley the Badger, proyek baru dari Davide Soliani.
Sosok ini dikenal sebagai lead creator di balik game Mario + Rabbids. Ini adalah karya pertama Soliani sejak ia meninggalkan Ubisoft dan mendirikan studio baru.
Game ini menggabungkan gameplay platforming klasik dengan beberapa sentuhan segar, serta cerita yang terasa unik.
Gameplay dan Konsep Unik Bradley the Badger
Bradley the Badger menawarkan pengalaman bermain yang unik. Pemain akan membantu karakter maskot video game ini menyelesaikan karya-karya yang belum selesai dari sang penciptanya. Konsepnya, pemain akan menjelajahi berbagai kreasi yang masih dalam tahap pengerjaan.
Untuk bergerak di dunia-dunia ini, pemain menggunakan alat bernama Developer Kit yang ada di dalam game.
Alat ini menjadi kunci untuk menavigasi lingkungan yang belum sempurna. Bahkan, game ini akan menyisipkan beberapa adegan live-action.
Adegan ini berfungsi sebagai bingkai yang menyoroti perkembangan pemain dalam membantu sang kreator Bradley.
Sebuah pernyataan resmi menjelaskan, “Bradley the Badger adalah sebuah surat cinta untuk game, kreativitas, dan semua orang yang pernah merasa terjebak dalam karir atau perjalanan artistik mereka.” Pengalaman yang ditawarkan disebut akan melampaui dunia game biasa, dengan momen live-action singkat yang mengeksplorasi berbagai tropen, genre, dan gaya yang diambil dari game dan media populer kontemporer.
Trailer yang ditampilkan di The Game Awards 2025 memberikan gambaran awal yang penuh gaya. Ada beberapa referensi yang cukup jelas ke game-game populer lain.
Kamu bisa melihat sentuhan yang mengingatkan pada atmosfer Bloodborne, dunia futuristik Cyberpunk 2077, dan nuansa naratif The Last of Us.
Salah satu hal yang langsung menarik perhatian adalah pengisi suara untuk karakter utama. Bradley akan diisi suaranya oleh bintang Marvel, Evan Peters.
Tim di Balik Layar: Day 4 Night Studios

Bradley the Badger adalah game pertama yang dikembangkan oleh Day 4 Night Studios. Studio ini didirikan oleh Davide Soliani bersama Christian Cantamessa, seorang veteran yang pernah berkontribusi dalam pembuatan game seperti Red Dead Redemption, Shadow of Mordor, dan Perfect Dark.
Duet ini tidak bekerja sendirian. Mereka dibantu oleh tiga mantan karyawan Ubisoft lainnya, yaitu Cristina Nava, Gian Marco Zanna, dan Luca Breda.
Ketiganya memiliki pengalaman bekerja pada franchise seperti Mario + Rabbids, Just Dance, dan Ghost Recon. Latar belakang tim yang solid ini menjadi modal berharga untuk proyek baru mereka.
Davide Soliani meraih popularitas berkat kerja kerasnya pada game Mario + Rabbids, sebuah mash-up strategi yang tak terduga namun sangat menyenangkan untuk Nintendo Wii.
Reaksinya yang emosional saat game itu diumumkan di E3 2017 dulu sempat menjadi perbincangan hangat.
Setelah 25 tahun, Soliani memutuskan untuk keluar dari Ubisoft pada tahun 2024. Keputusannya ini datang setelah peluncuran sekuel, Mario + Rabbids: Sparks of Hope.
Menariknya, bos Ubisoft Yves Guillemot pernah menyatakan penyesalan karena merilis game tersebut terlalu cepat, alih-alih menunggu dan meluncurkannya dengan dampak lebih besar di Nintendo Switch 2.
Kini dengan studio barunya, Soliani menyampaikan visi yang lebih personal. “Apa yang kami kerjakan di Day 4 Night adalah cerminan dari semua yang pernah saya ingin alami sebagai pemain, sukacita, petualangan, puisi, aksi, keajaiban, dan kesenangan bekerja dengan teman-teman,” ujarnya.
Ia menggambarkan proyek ini sebagai “lagu pengantar tidur untuk jiwanya dan serenade untuk industri kami, untuk keajaiban dan kegilaan menciptakan dunia dari ketiadaan.” Ia menyebut Bradley the Badger sebagai cerita tentang kemenangan, tantangan, dan mimpi, untuk menerangi jalan yang kita lalui bersama.
Apa yang Bisa Kita Harapkan?

Dengan konsep meta yang “membongkar pasang” proses kreatif, Bradley the Badger berpotensi menjadi pengalaman platformer yang berbeda.
Kombinasi antara gameplay klasik, penggunaan Developer Kit sebagai mekanik inti, dan sentuhan live-action bisa menghasilkan sesuatu yang segar.
Referensi ke berbagai game besar dalam trailernya juga menunjukkan bahwa game ini ingin berdialog dengan warisan industri game modern.
Bagaimana elemen-elemen dari Bloodborne atau The Last of Us akan diadaptasi ke dalam dunia platformer yang lebih ceria akan menarik untuk dilihat.
Selain itu, dengan tim yang berpengalaman di baliknya, harapan untuk kualitas teknis dan kedalaman desain tentu tinggi.
Kita juga bisa menantikan bagaimana kemitraan dengan aktor seperti Evan Peters akan memperkaya narasi game ini.
Perjalanan Bradley the Badger lainnya dari tahap pengumuman hingga rilis pasti akan diikuti dengan penuh antusiasme oleh para penggemar karya Soliani dan penggemar platformer secara umum.
Nah, itulah sekilas tentang Bradley the Badger, pengumuman mengejutkan dari The Game Awards 2025.
Dengan tim yang solid dan konsep yang unik, game ini layak untuk masuk dalam radar para pemain yang menyukai petualangan dengan cerita yang berbeda. Kita tunggu saja perkembangannya lebih lanjut.


